Split testing penempatan adalah fitur yang memungkinkan Anda menguji dua penempatan yang dipilih otomatis (TikTok, Pangle) dan penempatan yang dipilih manual untuk menentukan lokasi penayangan iklan yang optimal. Secara default, kampanye akan menggunakan penempatan otomatis, tetapi Anda dapat memilih opsi manual atau otomatis. Sistem akan membuat versi penempatan otomatis dari grup iklan atau kampanye penempatan manual untuk A/B testing. Sebaiknya, uji penempatan otomatis versus manual atau variasi pengaturan penempatan lainnya.
Split testing penempatan tersedia untuk tipe kampanye berikut:
Promosi Aplikasi
Pengumpulan Prospek
Penjualan (Katalog web & nonkatalog/aplikasi/omni)
Efisiensi kampanye: Ketahui apakah penempatan tertentu menghasilkan penurunan cost per click (CPC), cost per impression (CPM), atau cost per acquisition (CPA).
Dampak pendapatan: Untuk kampanye berbasis penjualan, split testing menyediakan insight langsung terkait variabel mana yang menghasilkan kenaikan tingkat konversi dan Return on Ad Spend (ROAS).
Identifikasi peluang: Akses insight bermanfaat terkait perilaku pengguna, tren pasar, atau interaksi tak terduga antarvariabel. Ini dapat menghasilkan hipotesis baru untuk pengujian dan pengoptimalan mendatang.
Keputusan penskalaan yang terukur: Dengan data yang jelas terkait variasi yang unggul, Anda dapat menskalakan strategi yang efektif, mengalokasikan anggaran dengan lebih efektif, dan menghindari pemborosan pengeluaran pada kampanye yang kurang efektif.
Pelajari cara membuat Smart+ Campaign yang telah di-upgrade di TikTok Ads Manager.
Pelajari selengkapnya tentang split testing di TikTok Ads Manager.