Pedoman Kualitas Iklan TikTok adalah standar untuk memastikan pengalaman yang positif, bertanggung jawab, dan berkualitas bagi pengguna yang menonton iklan Anda. Pelanggaran terhadap Pedoman Kualitas Iklan tidak selalu menyebabkan iklan ditolak atau akun ditangguhkan, kecuali jika masalah tersebut melanggar Kebijakan Iklan atau Pedoman Komunitas kami atau berisiko bagi komunitas atau platform TikTok.
Agar dapat membuat iklan yang berkualitas, ikuti praktik terbaik untuk setiap Pedoman Kualitas Iklan TikTok berikut:
Konten iklan dan landing page tidak boleh mengandung perbandingan yang menjatuhkan brand lain.
Contoh hal-hal yang tidak diizinkan:
Menampilkan perbandingan yang menyesatkan dalam konten iklan ataupun landing page produk, brand, atau situs web dengan kategori serupa, misalnya, "Produk ini sekian persen lebih murah di situs web kami dibandingkan situs web kompetitor, Perusahaan XYZ".
Konten iklan dan landing page harus memberikan pengalaman yang positif dan tidak eksploitatif. Jangan menggunakan taktik daya tarik berbasis simpati untuk memperoleh pendapatan.
Contoh hal-hal yang tidak diizinkan:
Mendorong pembelian dengan memancing rasa simpati, misalnya dengan mengatakan uang yang diperoleh akan dipakai untuk membantu membayar biaya kuliah atau berobat.
Menampilkan gambar yang meresahkan, seperti luka berdarah yang berlebihan, modifikasi tubuh yang mengganggu, atau efek visual yang membuat tidak nyaman
Konten iklan dan landing page harus mempromosikan lingkungan yang bertanggung jawab dan saling menghargai. Jangan menggambarkan perilaku yang tidak bertanggung jawab secara sosial, seperti prank berbahaya atau bahasa tidak sopan yang dapat menyebabkan rasa tidak nyaman.
Contoh hal-hal yang tidak diizinkan:
Menggambarkan perilaku yang tidak bertanggung jawab secara sosial, termasuk mencemari lingkungan atau prank berbahaya
Bahasa atau ekspresi tidak sopan yang dapat menyebabkan rasa tidak nyaman
Aktivitas, prank, atau aksi berbahaya
Jangan menampilkan visual yang tidak menyenangkan atau yang secara sosial dianggap mengganggu.
Contoh hal-hal yang tidak diizinkan:
Menampilkan perilaku yang terkesan kurang higienis atau membuat risi, seperti mengorek hidung atau mengikis kapalan
Skenario yang kurang pantas secara sosial atau membuat tidak nyaman, seperti humor toilet atau hewan peliharaan menjilat kaki
Konten perawatan diri atau kebersihan yang meski tidak vulgar tetap dapat menimbulkan rasa tidak nyaman