Pedoman

Pedoman pemasaran di bidang edukasi

Strategi pemasaran yang tepat mampu menarget siswa dan orang tua dengan efektif. Pelajari bagaimana kampanye edukasi yang optimal dapat menginspirasi siswa dan orang tua untuk mengambil tindakan.

Berbagai institusi atau bisnis di bidang edukasi harus bisa mempromosikan sekolah, kursus, dan layanannya melalui berbagai channel digital untuk menjangkau siswa, orang tua, dan mereka yang gemar belajar. Di tengah persaingan yang ketat, banyak institusi yang telah berhasil menggunakan strategi periklanan yang tepat untuk membangun awareness, mendapatkan prospek berkualitas, dan meningkatkan angka pendaftarannya, mulai dari sekolah K-12, platform belajar online, hingga kursus untuk mengembangkan keahlian profesional. Strategi pemasaran yang efektif dapat membantu Anda berinteraksi dengan calon siswa di waktu dan tempat yang tepat, baik Anda menjalankan lembaga bimbingan belajar (bimbel) di area sekitar, meluncurkan kursus online, atau mengelola proses penerimaan mahasiswa.


Di era sekarang ini, semua orang ingin melihat konten edukasi yang menarik, autentik, dan bermanfaat. Mereka ingin melihat cuplikan kursus, mendengar kisah sukses alumni, dan memahami dengan jelas bagaimana program Anda bisa membantu mereka mencapai tujuannya. Perubahan ini membuat platform seperti TikTok menjadi sangat bermanfaat untuk mengiklankan jasa/layanan edukasi, karena memungkinkan Anda mempromosikan program mereka dengan cara yang kreatif, seru, dan mudah diakses.

bc thumb

Kembangkan bisnis Anda di TikTok

Punya target bisnis? TikTok for Business bisa membantu Anda mencapainya. Buat akun lewat beberapa langkah mudah untuk mulai mengembangkan bisnis Anda sekarang.

Strategi utama agar sukses mempromosikan program edukasi sekolah

Kampanye pemasaran yang sukses dimulai dengan pemahaman mendalam terhadap audiens. Pemasaran program edukasi biasanya melibatkan banyak pengambil keputusan, termasuk siswa yang mencari konten menarik, orang tua yang membutuhkan informasi praktis, serta pekerja profesional yang ingin menaiki tangga karier. Iklan Anda harus mampu menjawab kebutuhan dan kekhawatiran masing-masing kelompok tersebut secara spesifik.


Tentukan persona/karakteristik audiens dengan jelas

Mulailah dengan membuat profil rinci dari audiens target ideal Anda. Misalnya, akademi komunitas yang menarget pekerja muda akan menggunakan bahasa promosi yang berbeda dengan bisnis coding bootcamp yang menarget fresh graduate. Pertimbangkan demografi, tujuan belajar, aspirasi karier, dan faktor pengambilan keputusan. Contohnya, orang tua yang sedang mencari sekolah swasta mungkin memprioritaskan faktor keamanan dan akademik, sedangkan pekerja yang mempertimbangkan program sertifikasi online lebih fokus pada fleksibilitas waktu dan manfaat program tersebut terhadap karier.


Sesuaikan konten dengan tujuan belajar setiap segmen audiens

Strategi konten Anda harus langsung menjawab apa yang ingin dicapai audiens. Pelajar yang sedang mencari-cari program edukasi ingin melihat hasil nyata, seperti persentase mendapatkan pekerjaan, demonstrasi keterampilan, dan kisah sukses dari pelajar lain. Buat konten yang menampilkan hasil tersebut melalui testimoni, showcase proyek, dan contoh kemajuan karier.


Buat konten edukasi yang benar-benar bermanfaat

Sekolah atau institusi pendidikan harus dapat secara efektif memberikan nilai/value langsung kepada audiens targetnya, tanpa pamrih dan tanpa diminta. Buat konten dari cuplikan tutorial dan pelajaran, tips belajar, dan insight di bidang edukasi yang menunjukkan keahlian Anda. Pendekatan ini membangun rasa percaya dan menempatkan institusi Anda sebagai sumber informasi yang bermanfaat, bukan sekadar lembaga edukasi yang ingin beriklan.


Terapkan strategi pengembangan prospek yang tepat

Keputusan terkait pendidikan sering membutuhkan waktu pertimbangan yang panjang. Seorang siswa mungkin mencari informasi selama berbulan-bulan sebelum mendaftar ke sebuah institusi pilihannya. Sistem lead nurturing/pengembangan prospek Anda harus terus memberikan informasi bermanfaat melalui email otomatis yang konsisten, kampanye penargetan ulang, dan undangan webinar. Bagikan info terbaru program, tenggat pendaftaran, dan sumber informasi bermanfaat lainnya agar institusi Anda tetap diingat audiens saat mereka mempertimbangkan keputusannya.


Pantau kinerja di setiap tahap dengan cermat

Lacak dan pantau kinerja Anda di setiap tahap, dari tahap awareness hingga pendaftaran. Metrik utamanya meliputi cost per lead, tingkat konversi dari awal hingga akhir, dan tingkat pendaftaran. Dengan memahami angka-angka ini, Anda dapat mengoptimalkan alokasi anggaran dan mengidentifikasi channel pemasaran mana yang memberikan prospek paling berkualitas.


Cara membuat kampanye iklan edukasi yang efektif

Pembuatan iklan edukasi membutuhkan pendekatan terstruktur yang mampu menuntun calon siswa dari tahap minat awal hingga akhirnya mendaftar. Strategi kampanye Anda harus mampu menjawab tantangan uniknya seperti siklus keputusan yang lebih panjang, banyaknya pihak yang terlibat, serta kebutuhan membangun kepercayaan sebelum mereka mengambil keputusan.


Tetapkan tujuan yang jelas dan terukur

Mulailah dengan target konversi yang spesifik dan sejalan dengan target angka pendaftaran. Hindari tujuan umum seperti “meningkatkan awareness”, fokuslah pada hasil yang dapat diukur, misalnya “menghasilkan X prospek berkualitas per bulan” atau “mencapai 15% registrasi dari traffic iklan.” Tujuan yang jelas akan membantu Anda merancang kampanye yang lebih efektif sekaligus mengukur ROI secara akurat.


Targetkan audiens berdasarkan intensinya

Iklan edukasi yang sukses tidak hanya menarget audiens berdasarkan demografi, tapi juga sinyal intensi/niat dari calon pelajar agar Anda benar-benar bisa memahami kebutuhan mereka. Faktor psikografis seperti jenjang karier, preferensi belajar, dan motivasi ikut program sering kali menjadi indikator yang lebih kuat dibanding sekadar usia atau lokasi. Misalnya, menargetkan audiens yang aktif mengikuti konten pengembangan karier serta konten seputar opini industri, atau mengeksplorasi program kompetitor biasanya menghasilkan prospek yang lebih berkualitas daripada menarget demografi yang terlalu luas. Dengan menyelaraskan semua hal di atas, sekolah atau institusi edukasi dapat menjangkau audiens yang sudah termotivasi untuk bertindak, sehingga kualitas prospek dan tingkat pendaftaran pun meningkat.


Kembangkan format materi iklan yang menarik

Pemasaran konten edukasi sangat bergantung pada konten yang autentik dan relevan. Konten seperti cuplikan kursus/kelas sering lebih efektif karena langsung memberikan nilai/value bermanfaat sekaligus menunjukkan kualitas pengajaran. Cerita sukses dari si Founder dapat membangun kepercayaan, sedangkan testimoni alumni memberi bukti sosial tentang efektivitas program. Konten behind-the-scenes yang menunjukkan suasana kelas atau interaksi siswa membantu calon siswa membayangkan diri mereka sebagai bagian dari program Anda.


Tambahkan elemen urgensi secara strategis

Pesan urgensi yang tepat cenderung efektif membantu audiens mengambil keputusan. Tanggal mulai kursus/kelas, kuota terbatas, harga early bird, dan tenggat pendaftaran adalah contoh urgensi yang tidak terkesan memaksa. Namun, pastikan urgensi yang ditampilkan memang asli. Klaim palsu seperti "program ini langka" justru bisa merusak kepercayaan dan menodai reputasi institusi Anda.


Uji dan optimalkan secara berkelanjutan

Lakukan A/B testing untuk elemen materi iklan, segmen audiens, dan teks iklan guna mengetahui apa yang paling disukai market target Anda. Coba berbagai durasi video, ajakan/dorongan bertindak, dan proposisi nilai. Pemasaran di bidang ini biasanya membutuhkan periode pengujian yang lebih panjang karena siklus pengambilan keputusan yang cenderung lebih lama, sehingga penting untuk merencanakan upaya pengoptimalan secara berkelanjutan.


Peran TikTok dalam iklan edukasi

TikTok kini menjadi salah satu platform paling efektif untuk iklan edukasi, khususnya untuk menjangkau audiens muda dan menampilkan konten belajar dengan format yang menarik. Komunitas TikTok juga cenderung menyukai konten edukatif, sehingga sekolah maupun pembuat kursus dapat menjangkau audiens yang relevan secara organik, sekaligus memperluas jangkauannya lewat kampanye berbayar.


Solusi pengumpulan prospek

Solusi pengumpulan prospek (lead generation) TikTok bisa Anda manfaatkan untuk mengumpulkan pertanyaan calon siswa langsung di dalam aplikasi melalui fitur formulir instan (instant form). Proses mudah ini sangat cocok untuk menjawab permintaan informasi sekolah, pendaftaran kursus, maupun unduhan brosur. Calon siswa dapat menunjukkan minatnya tanpa harus meninggalkan TikTok, membuat proses konversi jadi lebih mudah dibandingkan melalui landing page eksternal.


Formulir ini bisa disesuaikan dengan pertanyaan relevan seputar edukasi, seperti minat program, rencana waktu pendaftaran, hingga preferensi kontak. Alurnya yang ringkas mengurangi hambatan dalam proses pengumpulan prospek. Solusi ini sangat penting mengingat pengambilan keputusan edukasi/pendidikan sering berawal dari permintaan informasi sederhana.


Spark Ads memaksimalkan kinerja konten Anda

Dengan Spark Ads, Anda bisa mengubah konten edukatif organik terbaik menjadi kampanye berbayar sambil tetap mempertahankan interaksi organiknya. Solusi ini lebih menguntungkan karena konten autentik cenderung lebih efektif dibanding konten iklan yang terlalu "berjualan" atau terkesan memaksa. Anda dapat memaksimalkan kinerja berbagai konten seperti tutorial, testimoni pelajar, atau program yang sudah terbukti disukai audiens.


Format Spark Ads yang autentik dapat mengurangi skeptisisme audiens terhadap iklan edukasi. Audiens juga akan cenderung lebih terbuka untuk mempelajari dan mempertimbangkan program Anda secara serius.


Bekerja sama dengan kreator lewat TikTok Creator Marketplace

TikTok Creator Marketplace bisa mempertemukan Anda dengan beragam tipe kreator yang bisa membantu mempromosikan konten edukasi secara kredibel, membuat konten tutorial, atau memberikan pratinjau kursus/kelas secara menarik. Kerja sama dengan kreator cenderung lebih menguntungkan karena rekomendasi dari pihak lain (dalam hal ini kreator) biasanya lebih dipercaya audiens dibanding promosi langsung.


Pilih kreator yang sesuai dengan bidang Anda agar konten promosinya terasa natural. Misalnya, sekolah bisnis bisa bekerja sama dengan career coach, sementara coding bootcamp bisa bekerja sama dengan tech expert yang berbagi tips pemrograman.


Add-on interaktif untuk meningkatkan engagement

Fitur add-on interaktif seperti polling, stiker hitung mundur, dll. dapat meningkatkan interaksi, dan terbukti efektif untuk iklan edukasi. Gunakan stiker hitung mundur untuk menekankan info tenggat pendaftaran, polling untuk mengetahui minat topik kursus, atau elemen interaktif lainnya yang membuat konten lebih seru dan berkesan. Solusi ini sangat cocok untuk acara offline, webinar, atau periode pendaftaran terbatas, ketika interaksi dan urgensi dapat mendorong lebih banyak aksi.


Cara mengukur keberhasilan iklan edukasi

Keberhasilan iklan edukasi diukur berdasarkan semua metrik di sepanjang alur pelajar, dari awareness awal hingga penyelesaian program. Coba pertimbangkan: apa yang ingin Anda capai? Lebih banyak orang yang berminat mendaftar? Meningkatkan awareness? Mendorong angka pendaftaran dari siswa maupun calon pengajar? Berbeda dengan e-commerce yang suksesnya diukur dari penjualan, pemasaran di bidang edukasi memiliki siklus pengambilan keputusan yang lebih panjang dengan nilai konversi tinggi, sehingga butuh pendekatan pengukuran yang lebih detail.


Metrik kualitas dan volume prospek

Lacak kuantitas sekaligus kualitas prospek yang dihasilkan oleh kampanye Anda. Volume tinggi memang terlihat positif, tapi Anda juga harus fokus pada kualitasnya untuk menghindari prospek yang tidak relevan. Ukur tingkat pengisian formulir, tipe pertanyaan, dan persentase prospek yang lanjut ke tahap berikutnya dalam proses pendaftaran.


Prospek berkualitas biasanya memberikan informasi lengkap, mengajukan pertanyaan relevan, dan merespons komunikasi lanjutan. Analisis kampanye dan audiens mana yang menghasilkan konversi yang lebih baik untuk mengoptimalkan penargetan dan alokasi anggaran Anda.


Efisiensi biaya

Hitung cost per lead (CPL) dan cost per enrollment di berbagai channel dan kampanye. Meskipun CPL di iklan edukasi bisa relatif tinggi dengan potensi drop-off selama proses pengumpulan prospek yang juga besar, nilai jangka panjang dari setiap siswa biasanya tetap sepadan dengan investasi Anda.


Kinerja engagement dan konten

Pantau tingkat engagement konten edukatif Anda di TikTok, mulai dari tayangan, likes, shares, hingga komentar. Konten dengan engagement tinggi menandakan minat audiens yang kuat dan bisa menjadi fondasi strategi organik maupun berbayar Anda.


Perhatikan juga waktu tonton audiens dan tingkat penyelesaiannya. Konten yang ditonton hingga selesai biasanya lebih efektif dalam mendorong minat audiens terhadap program Anda.


Pelacakan atribusi dan konversi

Gunakan sistem pelacakan yang tepat untuk memahami kontribusi kampanye TikTok dibanding channel lain dalam mendorong angka pendaftaran. Manfaatkan parameter UTM, koneksi data, serta model atribusi multi-touch untuk mengetahui titik kontak mana yang paling memengaruhi keputusan pendaftaran.


Atur dan lacak peristiwa/tindakan kustom seperti memulai pendaftaran, menyelesaikan pendaftaran, hingga konfirmasi pendaftaran. Data ini akan memberikan Anda gambaran jelas tentang dampak kampanye untuk mengoptimalkan metrik utama.


Contoh dan inspirasi kampanye edukasi

Kampanye edukasi yang sukses di TikTok memadukan storytelling autentik dengan proposisi nilai yang jelas. Alih-alih terlihat seperti iklan konvensional, kampanye yang efektif justru memberi manfaat edukatif nyata sekaligus memperlihatkan keunggulan program Anda.


Format konten yang terbukti efektif
  • Konten tutorial singkat (30—60 detik) terbukti efektif untuk menunjukkan kualitas pengajaran sekaligus menonjolkan keunggulan Anda. Coba buat konten yang menunjukkan cara mengatasi masalah nyata audiens. Misalnya, sekolah bahasa dapat membagikan tips singkat seputar pelafalan kata atau program bisnis dapat berbagi strategi bisnis singkat.

  • Cerita sukses alumni dan video kursus/kelas juga dapat meningkatkan kredibilitas dan membantu calon siswa membayangkan pencapaian mereka sendiri. Ajak lulusan terbaik untuk menceritakan keahlian yang mereka pelajari saat ikut kelas atau program Anda dan pengaruhnya terhadap kariernya. Fokuslah pada keterampilan spesifik dan dampaknya pada karier, bukan klaim umum.

  • Sesi Live Q&A dan konten behind-the-scene memberi sentuhan manusiawi pada institusi Anda dan membangun kepercayaan dari audiens. Tunjukkan suasana kelas, kenalkan pengajar, atau ajak calon pelajar untuk ikut tur kampus. Transparansi seperti ini dapat mengurangi skeptisisme audiens terhadap iklan edukasi.


Contoh kampanye yang sukses

Universitas Terbuka di Indonesia menggunakan solusi pengumpulan prospek (lead generation) untuk meningkatkan pendaftaran dan memperluas akses pendidikan. Dengan modul interaktif yang membangun kepercayaan, mereka berhasil mendapatkan 30% lebih banyak prospek dan menurunkan cost per lead hingga 36%.


IDP Education, sebuah konsultan pendidikan, memperoleh lebih dari 500 formulir pendaftaran melalui Lead Generation Campaign di TikTok. Kesuksesan ini menunjukkan bahwa layanan pendidikan pun dapat memanfaatkan TikTok secara efektif, bukan hanya institusi penyelenggara program.

Pertanyaan umum tentang pemasaran di bidang edukasi

Bagaimana institusi pendidikan/edukasi memperoleh prospek melalui media sosial?

Pengumpulan prospek di media sosial untuk sekolah dan program pendidikan akan lebih efektif jika Anda memberikan nilai tambah dulu sebelum meminta kontak audiens. Bagikan konten bermanfaat seperti tips belajar, saran karier, atau mini-lesson yang menunjukkan keahlian Anda. Gunakan formulir pengumpulan prospek dari TikTok untuk langsung mengidentifikasi minat calon siswa, sehingga mereka bisa meminta info lebih lanjut tanpa harus keluar dari TikTok. Fokuslah pada pertanyaan dan kekhawatiran umum yang sering dimiliki audiens target saat mengambil keputusan. Misalnya, jika Anda mempromosikan universitas, buatlah konten tentang cara memilih jurusan, memahami bantuan keuangan/beasiswa, atau persiapan untuk menjalani kehidupan kampus. Pendekatan ini membangun kepercayaan dan memosisikan institusi Anda sebagai mitra yang membantu, bukan sekadar kampus yang sedang promosi.

Apa tipe konten paling efektif untuk mempromosikan kursus/kelas dan sekolah?

Apa perbedaan Spark Ads dan Lead Generation Ads?

Bagaimana saya dapat mengukur ROI dari iklan dan kampanye edukasi saya?

Apa sebaiknya saya bekerja sama dengan kreator untuk mempromosikan institusi atau kelas saya?

Apa metrik yang dapat mengidentifikasi prospek berkualitas?

Bagaimana add-on interaktif, seperti stiker hitung mundur, dapat mengoptimalkan konversi?

Apa institusi kecil bisa sukses di TikTok?

Apa format konten yang dapat membangun kepercayaan audiens?

Bagaimana cara mengelola prospek setelah pengisian formulir untuk mendorong pendaftaran?

Dokumen ini milik TikTok Inc. dan hanya digunakan untuk tujuan informasi. Penerima tidak boleh menyebarkan, menampilkan, atau menggunakan dokumen ini untuk tujuan lain. TikTok tidak berkewajiban atau bertanggung jawab untuk memperbarui segala informasi yang tertera di dokumen ini. Kinerja sebelumnya tidak menjamin atau memprediksi kinerja mendatang. Anda bertanggung jawab sepenuhnya untuk mematuhi semua hukum, peraturan, dan kebijakan yang berlaku saat membuat Branded Content di TikTok, termasuk, tanpa batasan, panduan endorsement FTC dan semua kebijakan TikTok yang berlaku, termasuk, tanpa batasan, Kebijakan Branded Content TikTok: https://support.tiktok.com/en/business-and-creator/creator-and-business-accounts/branded-content-policy